Teknologi Reproduksi & Robot Humanoid: Masa Depan Artificial Womb dan Etika yang Menyertainya
Penulis: Tim TeknoAmpuh | Diterbitkan: 30 Juni 2025
![]() |
| China Siap Dominasi Dunia Semikonduktor, Apakah Dunia Siap? |
Selama puluhan tahun, Amerika Serikat, Taiwan, dan Korea Selatan mendominasi dunia semikonduktor. Namun kini, China muncul sebagai kekuatan baru yang perlahan tapi pasti mengejar dan bahkan siap menyalip dominasi teknologi chip dunia.
Langkah ini membuat banyak negara waspada, karena semikonduktor bukan sekadar komponen teknologi, melainkan senjata ekonomi dan pertahanan modern.
China telah menggelontorkan lebih dari US$150 miliar sejak 2020 untuk mendukung industri chip domestik. Beberapa langkah penting:
SMIC (Semiconductor Manufacturing International Corporation) kini mampu membuat chip 7nm tanpa bantuan teknologi barat.
Huawei telah meluncurkan chip Kirin buatan dalam negeri meski terkena sanksi.
Pembangunan puluhan pabrik chip di seluruh provinsi strategis.
Fokus pada chip AI, IoT, dan kendaraan listrik.
China tidak hanya meniru, tapi kini mulai berinovasi secara mandiri, terutama pada:
Semikonduktor berbasis material 2D
Chip hemat daya untuk AI
Quantum chip untuk keamanan siber
Prosesor open-source RISC-V
Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa makin khawatir akan dominasi ini. Langkah-langkah mereka antara lain:
Mengetatkan ekspor mesin litografi canggih ke China.
Memberi subsidi besar pada TSMC, Intel, dan Samsung.
Meluncurkan “Chip Alliance” untuk membendung kebangkitan China.
Jika China berhasil mendominasi semikonduktor:
| Dampak | Penjelasan |
|---|---|
| Harga Komponen Lebih Murah | Tapi berisiko tinggi ketergantungan |
| Ketegangan Geopolitik | Teknologi bisa jadi alat negosiasi politik |
| Teknologi AI & Militer Meningkat Cepat | Bisa mempercepat dominasi teknologi global |
| Pasar Dunia Terguncang | Negara-negara berkembang akan memilih antara blok Barat atau China |
China tidak lagi hanya menjadi pemain belakang dalam industri semikonduktor. Dengan strategi jangka panjang, investasi besar, dan inovasi lokal, negeri Tirai Bambu ini siap menjadi pusat teknologi chip dunia. Dunia harus bersiap—baik dalam kerja sama maupun menghadapi potensi konflik teknologi.
Komentar
Posting Komentar